Tampilkan postingan dengan label Food Grade Chemicals. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Food Grade Chemicals. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 September 2015

Indoartha Chemical | General Chemicals, Industrial Chemicals, Solvent Chemicals, Food Grade Chemicals, Laboratory Equipments

Indoartha Chemical

Trader and Supplier of Chemicals
Indoartha chemical, Distributor Kimia Jakarta
General Chemicals, Industrial Chemicals, Solvent Chemicals, Food Grade Chemicals, Laboratory Equipments.
INDOARTHA CHEMICAL
Indoartha Chemical merupakan pusat distributor Bahan Kimia yang menjual aneka bahan kimia untuk industri dan retail, seperti pembuatan permbersih/ loundry, kosmetik, makanan, minuman dan untuk keperluan furniture, Migas, Laboratorium Lingkungan. Selain itu mendukung juga bahan kimia yang digunakan dalam praktikum siswa SMA dan SMK atau mahasiswa yang sedang penelitian.
Indoartha chemical, Distributor bahan kimia Malang, Jual Bahan Kimia
Kami selain sebagai distributor bahan-bahan kimia.
Indoartha Chemical memberikan prespektif yang berbeda, dalam meningkatkan kreativitas masyarakat.
  • Konsultasi Produk
  • Kursus home industri, workshop dan seminar
  • Mesin-mesin untuk home industri
  • Mesin Indsutri
  • Entrepreneurship Training
Prespektif diatas untuk mendukung pengembangan Entrepreneurship sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam mengembangkan kompetensi melalui seminar, kursus dan pelatihan, yang mendukung dalam mengembangkan bisnisnya.
 Indoartha chemical, Distributor bahan kimia Malang
Indoartha Chemical
by CV. Lintas Artha Engineering
(General Chemicals, Industrial Chemicals, Solvent Chemicals, Food Grade Chemicals, Laboratory Equipments)
Head Office : Jalan Perusahaan No. 37 C Dsn. Losawi, RT 004/006 Ds. Tunjung Tirto Kec. Singosari Malang
FB :

INDOARTHA CHEMICAL
Website : http://www.indomesin.co.id/indoartha-chemical/
Contact : Telkomsel 0822 4558 2777 | Mentari 0857 9163 2999 | XL 0817 05 22258

Kamis, 24 September 2015

Cara Pembuatan SABUN MANDI MADU, BATH SOAP HONEY, RESEP SABUN MANDI MADU

Produk KimiaPusat Distributor Bahan Kimia Industri dan Bahan Kimia, Kimia Kosmetik dan Pembersih, Kimia Makanan dan Minuman
Sama halnya dengan sabun mandi susu, sabun mandi madu bukan sekedar sebagai sabun kesehatan tapi juga sabun kecantikan. Seperti halnya susu bisa dibuat mandi susu, madu juga digunakan untuk MANDI MADU. Manfaat madu sangat luar biasa banyaknya baik dari segi kesehatan maupun dari segi kecantikan. Disini penulis tidak menjelaskan secara detail yang sebegitu banyaknya tetapi akan menjelaskan manfaat madu sebagai bahan pengisi sabun mandi madu.
-Manfaat Madu bagi kulit:
Kandungan vitamin anti oksidan (beta karoten, C dan E) mineral, hormon dan berbagai macam enzim yang ada pada madu, dapat membantu menghilangkan kerutan halus di wajah, menghilangkan flek hitam dan juga untuk penyakit kulit.
Analisa bahan pembuat sabun mandi madu
Sabun dihasilkan dari proses …………..
Artikel selengkapnya dapat,
Hub Kami
Produk KimiaPusat Distributor Bahan Kimia Industri dan Bahan Kimia, Kimia Kosmetik dan Pembersih, Kimia Makanan dan MinumanINDOARTHA CHEMICAL
CV. Lintas Artha Engineering
GENERAL CONTRACTOR, MANUFACTURE, COMMISIONING
Malang :
Jl. Perusahaan No.37 C Singosari Malang Jawa Timur
Phone: 0341 6587886
Surabaya :
Jl. Karang Empat XII/ 61. Surabaya
Jember :
Jl. Candi Mendut, Krajan Wirolegi No. 104. Kota Jember Jawa Timur
Email :
lintas_eng05@yahoo.com
Trader and Supplier of Chemicals
Indoartha chemical, Distributor Kimia Jakarta
General Chemicals, Industrial Chemicals, Solvent Chemicals, Food Grade Chemicals, Laboratory Equipments.

Kamis, 17 September 2015

Cara Buat Deterjen, Komposisi Pembuatan Deterjen

Urusan cuci-mencuci baju kotor ingatan kita tertuju apa yang disebut deterjen. Dari sejarah deterjen yang mengalami perbaikan-perbaikan guna memperbaiki mutu deterjen. Saat ini banyak beredar produk-produk deterjen yang bermutu dengan berbagai merk yang sebenarnya dari bahan-bahan bakunya deterjen relatif sama. Cuma dari deterjen-deterjen itu yang membedakan komposisi dan bahan tambahan (aditif)nya. Deterjen dalam kerjanya memiliki kemampuan yang unik untuk mengangkat kotoran, baik yang larut dalam air maupun yang tidak larut dalam air. Hal ini disebabkan bahwa deterjen, khususnya molekul surfaktan (surface active agent)nya yang berfungsi menurunkan tegangan permukaan air sehingga dapat melepaskan kotoran yang menempel pada permukaan bahan. Salah satu ujung dari molekul surfaktannya lebih suka minyak, akibatnya bagian ini mempenetrasi kotoran yang berminyak. Ujung molekul surfaktan satunya lebih suka air, bagian inilah yang berperan mengendorkan kotoran dari kain dan mendispersikan kotoran sehingga tidak kembali menempel pada kain. Akibatnya warna kain dapat dipertahankan.
Penggolongan Deterjen Dilihat Bentuk Fisiknya
Berdasarkan bentuk fisiknya, deterjen dibedakan atas:
1. Deterjen Cair, secara umum deterjen cair hampir sama dengan deterjen bubuk. Yang membedakan cuma bentuk fisik. Di indonesia setahu saya deterjen cair ini belum dikomersilkan, biasanya digunakan untuk laundry modern menggunakan mesin cuci yang kapasitasnya besar dengan teknologi canggih.
2. Deterjen krim, bentuk deterjen krim dengan sabun colek hampir sama tetapi kandungan formula bahan baku keduanya berbeda.
3. Deterjen bubuk, jenis deterjen bubuk ini yang beredar dimasyarakat atau dipakai sewaktu mencuci pakaian. Berdasarkan keadaan butirannya, deterjen bubuk dapat dibedakan menjadi dua yaitu deterjen bubuk berongga dan deterjen bubuk padat. Perbedaan bentuk butiran kedua kelompok tersebut disebabkan oleh perbedaan proses pembuatannya.
A. Deterjen bubuk berongga.
Deterjen bubuk berongga mempunyai ciri butirannya berongga seperti bola sepak yang didalamnya berongga. Butiran deterjen jenis berongga ini dihasilkan oleh proses spray drying ( proses pengabutan dilanjutkan dengan proses pengeringan). Kelebihan deterjen bubuk berongga dengan deterjen bubuk padat adalah deterjen bubuk berongga tampak volumenya lebih besar.
B. Deterjen bubuk padat.
Bentuk butiran deterjen bubuk padat bentuknya seperti bola tolak peluru, yaitu semua bagian butirannya terisi oleh padatan sehingga tidak berongga. Butiran deterjen yang padat ini merupakan hasil olahan dari proses pencampuran kering (dry mixing). Kekurangan deterjen bubuk padat ini tampak volumenya tidak besar sehingga kelihatan sedikit.
Bahan Baku untuk Pembuatan Deterjen
1. Bahan Aktif
Bahan aktif ini merupakan bahan inti dari deterjen sehingga bahan ini harus ada dalam pembuatan deterjen. Secara kimia bahan kimia ini dapat berupa sodium lauryl sulfonate. Sodium lauryl sulfonate dengan beberapa nama dagang dengan nama texapone, Emal, luthensol, dan neopelex. Secara fungsional bahan mempunyai andil dalam meningkatkan daya bersih. Ciri dari bahan aktif ini mempunyai busa banyak dan bentuknya jel (pasta).
2. Bahan pengisi
Bahan ini berfungsi sebagai bahan pengisi dari keseluruhan bahan baku. Pemberian bahan pengisi ini dimaksudkan untuk memperbesar atau memperbanyak volume. Keberadaan bahan ini dalam deterjen semata-mata dilihat dari aspek ekonomis. Bahan pengisi deterjen disini menggunakan sodium sulfat (Na2SO4). Bahan lain sebagai pengisi deterjen dapat mengguanakan tetra sodium pyroposphate dan sodium sitrat. Bahan ini berbentuk serbuk, berwarna putih dan mudah larut dalam air.
3. Bahan penunjang
Salah satu contoh bahan penunjang deterjen adalah soda abu (Na2CO3) yang berbentuk serbuk putih. Bahan penunjang ini berfungsi sebagai meningkatkan daya bersih. Keberadaan bahan ini dalam deterjen tidak boleh terlalu banyak, sebab dapat menimbulkan efek panas pada tangan saat mencuci pakaian. Bahan penunjang lainnya adalah STPP (sodium tripoly posphate) yang juga penyubur tanaman. Ini dapat dibuktikan air bekas cucian disiramkan ke tanaman akan menjadi subur. Hal ini disebabkan oleh kandungan fosfat yng merupakan salah satu unsur dalam jenis pupuk tertentu.
4.Bahan Tambahan (aditif)
Bahan tambahan ini sebenarnya tidak harus ada didalam pembuatan deterjen. Namun demikian, produsen mencari hal-hal baru untuk mengangkat nilai dari deterjen itu sendiri. Salah satu contoh bahan tambahan ini adalah CMC (Carboxyl methyl cellulose). Bahan ini berbentuk serbuk putih yang berfungsi mencegah kotoran kembali ke pakaian.
5. Bahan Wangi
Keberadaan bahan wangi ini sangat penting keberadaannya, sebab suatu deterjen dengan kualitas baik bila menberi parfum salah akan berakibat fatal dalam penjualan. Parfum untuk deterjen bentuknya cair kekuning-kuningan.
Komposisi Pembuatan Deterjen
1. Texapon
2. Na2SO4 secukupnya
3. NaHCO3 25%
4. NaCO3 7%
5. STPP / CMC secukupnya
6. Parfum secukupnya
Peralatan yang dibutuhkan : Wadah, pengaduk kayu, dan saringan deterjen
Cara Membuat Deterjen
1. Texapon + NaHCO3 aduk rata
2. (1) + Na2CO3 aduk rata
3. (2) + Na2SO4 aduk rata
4. (3) + STPP/CMC aduk rata
5. Diayak dan keringkan
6. Parfum
7. Siap dipasarkan
Kelebihan Deterjen ini
– Daya bersihnya kuat atau membersihkan kotoran yang membandel.
– Direndam berhari-hari baju tidak akan menimbulkan bau.
– Hemat air karena hanya sekali bilas.

SELAMAT MENCOBA SEMOGA SUKSES
INDOARTHA CHEMICAL
Hubungi :
INDOARTHA CHEMICAL
CV. Lintas Artha Engineering
GENERAL CONTRACTOR, MANUFACTURE, COMMISIONING
Malang :
Jl. Perusahaan No.37 C Singosari Malang Jawa Timur
Phone: 0341 6587886
Surabaya :
Jl. Karang Empat XII/ 61. Surabaya
Jember :
Jl. Candi Mendut, Krajan Wirolegi No. 104. Kota Jember Jawa Timur
Email :
lintas_eng05@yahoo.com
Trader and Supplier of Chemicals
Indoartha chemical, Distributor Kimia Jakarta
General Chemicals, Industrial Chemicals, Solvent Chemicals, Food Grade Chemicals, Laboratory Equipments.

Sabun Cair Cuci Piring, Proses Pembuatan Sabun Cuci Piring, Wirausaha Produsen Sabun Cuci Piring

Sabun cair ini merupakan produk yang strategis, karena saat ini masyarakat modern suka prodak yang praktis dan ekonomis.
Untuk mengawali bikin sabun cair cukup mudah dengan mengetahui sifat dan fungsi masing-masing bahan sabun cair dan cukup dengan modal awal 100.000 rupiah bisa menghasilkan lebih dari 30 liter sabun cair kwalitas baik. Untuk pembelian bahan-bahan kimia yang tertera dibawah ini dapat di beli toko-toko kimia terdekat.
Pada umumnya sabun cair mengandung bahan-bahan sebagai berikut:
* Texapon 10%
* Sodium sulfat secukupnya
* Camperlan secukupnya
* Asam sitrid 1%
* EDTA 0,1%
* Parfum secukupnya
* Propilin glikol secukupnya
* Pewarna secukupnya
* Air
Peralatan yang dibutuhkan: Ember, Gelas ukur dan pengaduk kayu
Cara membuat:

1. Texapon + sodim sulfat diaduk rata sampai memutih
2. (1) + masukkan air sedikit demi sedikit sampai 50% nya
3. (2) + masukkan camperlan aduk rata
4. (3) + sisa (20-30)% air dimasukkan sedikit demi sedikit
5. (4) + sodium sulfat dimasukkan sedikit demi sedikit hingga terlihat mengental
6. (5) + pewarna secukupnya aduk rata
7. (6) + parfum secukupnya
8. Siap dikemas
Catatan:
* Pemberian parfum pada sabun cair dengan perbandingan 1ml parfum berbanding 500 ml sabun cair.
* Propilin glikol berbanding parfum ( 1 : 2 )
Analisis Bahan
Texapon ini nama merk dagang dengan nama kimia Sodium Lauril Sulfat ( SLS). Senyawa ini adalah surfaktan. Texapon ini bentuknya jel yang berfungsi sebagai pengangkat kotoran. Sodium sulfat (Na2SO4) bentuknya serbuk yang berfungsi mempercepat pengangkatan kotoran dan juga sebagai pengental. Camperlan ini bentuknya cairan kental yang berfungsi sebagai pengental dan penambah busa menjadi gelembung-gelembung kecil. Asam sitrit bentuknya serbuk yang berfungsi sebagai pengangkat lemak. EDTA ini bentuknya serbuk berfungsi sebagai pengawet sabun cair. Parfum ini bentuknya cair fungsinya sebagai pewangi sabun cair. Propilin glikol ini bentuknya cair fungsinya sebagai pengikat parfum. Pewarna ini bentukya serbuk fungsinya sebagai pemberi warna pada sabun cair.
Biaya Operasional
Untuk memasarkan suatu produk ke masyarakat harus diperhitungkan biaya produksinya
untuk mengetahui keuntungan suatu produk dalam setiap kemasan atau liternya. Biaya operasional untuk sekali produksi di antaranya meliputi:
1. Biaya bahan per liter atau per kemasan dgn rumus = total biaya pembelian bahan di bagi jumlah berapa liter atau kemasan yang dihasilkan.
2. Biaya kerja per liter atau per kemasan.
3. Bila dalam bentuk kemasan dihitung biaya kemasan dan stikernya.
4. Biaya penyusutan alat artinya peralatan yang digunakan akan di ganti berapa lama untuk membeli peralatan baru
5. Biaya promosinya
6. Biaya transportasi
Dari komponen-komponen biaya operasional dijumlahkan kemudian ditambah laba setiap kemasan atau liternya, sehingga kita akan mengetahui berapa keuntungan dalam setiap kemasan atau liternya.
Kiat-kiat pemasaran
Pemasaran merupakan ujung tombak dari suatu usaha baik dalam bentuk produk maupun jasa. Sebaik apapun suatu produk jika pemasarannya mlempem akan tidak berkembang. Ada beberapa jurus yang dapat kita gunakan:
1. Percaya dan bangga terhadap produk yang kita pasarkan.
2. Paham dan mengerti tentang produk tersebut.
3. Buat kartu nama, kop surat dan brosur produk dan perusahaan yang menarik dan mencerminkan citra profesional.
4. Tampilkan kesan pertama yang baik.
5. Biasakan membawa kartu nama dan brosur perusahaan kemanapun anda pergi, untuk di perlukan sewaktu-waktu.
6. Pelajari karakter konsumen yang akan menjadi target pasar produk.
7. Buat jaringan kerja atau network dimanapun, untuk menambah panjang relasi anda.
8. Sabar, disiplin da konsisten.
SELAMAT MENCOBA SEMOGA SUKSES
INDOARTHA CHEMICAL
Hubungi :
INDOARTHA CHEMICAL
CV. Lintas Artha Engineering
GENERAL CONTRACTOR, MANUFACTURE, COMMISIONING
Malang :
Jl. Perusahaan No.37 C Singosari Malang Jawa Timur
Phone: 0341 6587886
Surabaya :
Jl. Karang Empat XII/ 61. Surabaya
Jember :
Jl. Candi Mendut, Krajan Wirolegi No. 104. Kota Jember Jawa Timur
Email :
lintas_eng05@yahoo.com
Trader and Supplier of Chemicals
Indoartha chemical, Distributor Kimia Jakarta
General Chemicals, Industrial Chemicals, Solvent Chemicals, Food Grade Chemicals, Laboratory Equipments.

encer.